Kamis, 24 November 2011

Cuaca Panas Pemicu Depresi?

Diposting oleh Kadek Puspitasari di 16.24



MEDICALERA, London - Sebanyak 5,5 juta masyarakat Inggris mengkonsumsi obat antidepresi sepanjang 2010. Kabarnya, salah pemicunya adalah cuaca yang panas. Selain juga karena kehilangan uang, pekerjaan dan rasa khwatir berlebihan.

Mengutip Dailymail, 5,5 juta orang Inggris mengambil obat antidepresi pada 2010. Penelitian itu hanya dipublikasikan para ilmuwan Universitas Warwick and Stirling.

Menurutnya, kehilangan uang dan hubungan antara kekhawatiran yang paling besar menjadi pemicunya. Demikian menurut psikolog Dr Rick Norris, pendiri Mind Health Development and a Practising NHS Clinician.

Namun ada penyebab lain, sehingga pengobatan mungkin bukan satu-satunya jawaban. Sebbab beberapa ahli mengungkapkan bahwa kegiatan sehari-hari, mulai dari apa yang kita makan dan terpaan sinar matahari juga dapat menyebabkan mood rendah.

Salah satunya adalah cuaca yang panas. Pasalnya, ribuan orang menganggap cuaca panas atau terlalu banyak terkena pasas, itu yang membuat mereka terserang depresi. Kini, diperkirakan 600.000 orang Inggris menderita seasonal affective disorder (SAD) atau gangguan afektif musiman tersebut.

Hal itu dianggap terkait sensitivitas terhadap panas dan ketidakseimbangan hormon. Salah satu teori ketika itu menyebutkan panas tubuh memproduksi lebih sedikit hormon tiroid. Jelas energi tubuh berkurang.

Teori lain menunjukan bahwa cuaca panas mengurangi kemampuan untuk mengatasi tekanan mental.

"Pada orang dengan depresi musim panas, Anda melihat penurunan nafsu makan dan insomnia. Sementara musim dingin yang nafsu makannya dan tidur meningkat," jelas Dr Alfred Lewy dari Oregon Health and Science University.

Ironisnya, ada juga penambahahan tingkat bunuh diri saat cuaca panas. Berdasarkan hasil analisis, lebih dari 50.000 bunuh diri di Inggris dan Wales antara 1993-2003. Itu menunjukkan angka bunuh diri meningkat setelah suhu harian rata-rata mencapai 18C. Hal ini dapat dikaitkan dengan penurunan kadar otak serotonin, 'hormon bahagia'.

"Ada kemungkinan akan beberapa faktor yang terlibat," kata pemimpin peneliti Dr Lisa Halaman dari Kings College London Institute of Psychiatry.

"Orang-orang cenderung minum alkohol lebih di musim panas. Itu tidak hanya tidak memiliki efek depresi, juga di luar kebiasaan, sehingga kita lebih cenderung bertindak impulsif atau emosional. Cuaca panas juga mengganggu tidur," paparnya.


0 komentar:

Posting Komentar

 

coret coretan si perawat dekpus Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei