Solo - Cuaca panas dan teriknya sinar matahari mewarnai hampir sepanjang etape VI. Namun itu tak menghalangi Botman Wim untuk menang karena ia mahir di cuaca seperti ini.
Wim tampil sebagai yang tercepat di balapan yang mengambil jalur Solo-Pacitan sepanjang 123,2 KM, Sabtu (8/10/2011). Ia menorehkan waktu 2:59:37 detik.
Pembalap Global Cycling Team itu unggul 36 detik dari dua pembalap di belakangnya, Yeung Ying Hon dan Scholz Timo.
Ketika ditanya soal strategi pada balapan tadi yang cukup menguras tenaga karena panasnya cuaca, Wim mengaku itu bukan masalah.
"Aku menikmati balapan hari ini. Memang cuaca panas hari ini namun aku bagus di cuaca seperti ini," seru Wim.
"Aku memang tidak bagus di KOM (Trek Menanjak). Makanya aku menyimpan tenaga saja saat KOM tadi. Aku handal di sprinter, tapi tadi pembalap lain banyak yg bagus di KOM," sambungnya.
"Saya mengambil breakway sekitar 20 KM sebelum finis dan akhirnya bisa mempertahankan posisi hingga akhir."
Terakhir Wim pun turut mengungkapkan kesenanganya diundang ke STDI 2011 ini. Disebabkan musim balapan sepeda di Eropa sudah berakhir.
"Usai musim panas di Belanda, aku mempersiapkan latihan untuk TDI. Di sana musim dimulai Maret dan berakhir 2 minggu sebelum STDI dimulai. Jadi aku senang sekali diundang ke sini," tuntasnya.
( mrp / roz )
Mohammad Resha Pratama - detiksport
Minggu, 30 Oktober 2011
Hindari Dehidrasi di Cuaca Panas Nan Ekstrim
Surabaya - Kota Surabaya diserang cuaca yang tak menentu. Selain hawa dingin di pagi dan malam hari, sengatan matahari siang berpotensi mengurangi daya tahan tubuh. Maka tak heran bila kita sering terserang dehidrasi di siang hari dan menggigil di malam hari.
Efek gangguan kesehatan lainnya yakni kulit tubuh yang mudah keriput. Bahkan, bila terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan saat siang hari, tak heran jika kulit kita menjadi merah dan mudah kering.
"Minimal, kita mesti mengurangi kegiatan luar ruangan saat siang dan panas menyengat," kata Sri Adiningsih saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (10/9/2011).
Wanita yang menjabat sebagai dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair ini juga mengimbau supaya kita selalu membawa bekal air minum mineral. Selain itu, konsumsi buah dan sayur berkadar air tinggi juga bagus untuk mencegah dehidrasi tubuh.
Dehidrasi tubuh bisa dilihat dari indikasi kelembapan kulit. Jika kulit mudah keriput dan kering, itu tandanya tubuh kita telah terserang dehidrasi 10 persen. Maka, selain mengkonsumsi air yang cukup, kita juga harus memperhatikan pakaian yang kita kenakan.
"Jangan memakai pakaian berbahan sifon. Bahan katun yang tipis bagus untuk menyerap keringat. Model pakaiannya juga diusahakan panjang untuk menghindari sengatan matahari ke kulit secara langsung," terangnya.
Jika tidak, lanjutnya, kesehatan akan mudah menurun. Dalam jangka pendek, gangguan kesehatan bisa langsung memberi efek pada kehalusan kulit. Baik wanita maupun pria akan mengalami kekeringan kulit bila terkena dehidrasi. Kulit menjadi kering dan tak mulus.
Kita juga disarankan tak terlalu banyak mengkonsumsi makanan gorengan. Selain mengandung banyak minyak, gorengan tak mampu memberi sumbangan air yang cukup untuk tubuh. Makanan seperti bakso, soto dan segala yang berkuah bagus dan cocok dikonsumsi di tengah cuaca panas yang ekstrim ini.
(bdh/bdh)
Efek gangguan kesehatan lainnya yakni kulit tubuh yang mudah keriput. Bahkan, bila terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan saat siang hari, tak heran jika kulit kita menjadi merah dan mudah kering.
"Minimal, kita mesti mengurangi kegiatan luar ruangan saat siang dan panas menyengat," kata Sri Adiningsih saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (10/9/2011).
Wanita yang menjabat sebagai dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair ini juga mengimbau supaya kita selalu membawa bekal air minum mineral. Selain itu, konsumsi buah dan sayur berkadar air tinggi juga bagus untuk mencegah dehidrasi tubuh.
Dehidrasi tubuh bisa dilihat dari indikasi kelembapan kulit. Jika kulit mudah keriput dan kering, itu tandanya tubuh kita telah terserang dehidrasi 10 persen. Maka, selain mengkonsumsi air yang cukup, kita juga harus memperhatikan pakaian yang kita kenakan.
"Jangan memakai pakaian berbahan sifon. Bahan katun yang tipis bagus untuk menyerap keringat. Model pakaiannya juga diusahakan panjang untuk menghindari sengatan matahari ke kulit secara langsung," terangnya.
Jika tidak, lanjutnya, kesehatan akan mudah menurun. Dalam jangka pendek, gangguan kesehatan bisa langsung memberi efek pada kehalusan kulit. Baik wanita maupun pria akan mengalami kekeringan kulit bila terkena dehidrasi. Kulit menjadi kering dan tak mulus.
Kita juga disarankan tak terlalu banyak mengkonsumsi makanan gorengan. Selain mengandung banyak minyak, gorengan tak mampu memberi sumbangan air yang cukup untuk tubuh. Makanan seperti bakso, soto dan segala yang berkuah bagus dan cocok dikonsumsi di tengah cuaca panas yang ekstrim ini.
(bdh/bdh)
Kamis, 27 Oktober 2011
Tips Menghindar Dari Cuaca Panas / Terik Pada Kendaran Anda
Cuaca makin terik dan menggigit, sementara hujan yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Air semakin langka, debu-debu makin tinggi terbang. Sungguh kontras dibandingkan peristiwa di awal tahun ini.
Bagi anda yang aktifitasnya lebih banyak di luar ruangan, lebih tersiksa dibandingkan mereka yang berlindung di hembusan AC. Demikian pula mobil yang digunakan. Suhu tinggi, debu dan lalulintas macet, benar-benar menguji ketahanan mobil.
Kalau sudah begini, bukan anda saja yang bisa sakit, mobil pun bisa pingsan, mogok dan butuh biaya ekstra untuk mengembalikan kondisinya. Dibawah ini ada beberapa langkah untuk anda dan tunggangan agar tetap sehat, aktif di musim panas yang menggigit ini.
Bagi anda yang aktifitasnya lebih banyak di luar ruangan, lebih tersiksa dibandingkan mereka yang berlindung di hembusan AC. Demikian pula mobil yang digunakan. Suhu tinggi, debu dan lalulintas macet, benar-benar menguji ketahanan mobil.
Kalau sudah begini, bukan anda saja yang bisa sakit, mobil pun bisa pingsan, mogok dan butuh biaya ekstra untuk mengembalikan kondisinya. Dibawah ini ada beberapa langkah untuk anda dan tunggangan agar tetap sehat, aktif di musim panas yang menggigit ini.
- Suhu dalam mobil yang diparkir di tempat terbuka, bisa dengan cepat menanjak ke titik yang membahayakan jiwa manusia. Jadi jangan pernah meninggalkan siapapun, apalagi anak-anak di dalam mobil yang diparkir. Sudah banyak korban tewas karena kecerobohan ini
- Suhu yang tinggi itu juga berpotensi mempercepat ausnya bahan pelapis kursi, dashboard, dan pernik-pernik lainnya. Karena itu jangan lupa menutup kaca depan dengan pelindung sinar matahari yang bisa dibeli di toko-toko aksesoris ataupun di lampu-merah
- Sebisa mungkin parkirlah mobil di tempat teduh
- Usai parkir, bukalah jendela lebar-lebar agar udara panas cepat keluar. Ada baiknya juga, anda menutup permukaan kursi, dashboard dan bagian lain untuk mengurangi efek aus karena panas yang berlebihan
- Jangan lupa untuk memperbanyak minum dan makan buah-buahan, agar terhindar dari dehidrasi
- Cek dan rawat mobil anda lebih sering dari biasanya. Hal ini bukan saja menjamin mobil beroperasi lebih efisien, tapi juga mencegah kerusakan lebih parah yang bisa menguras kantong
- Periksa sistem pendingin udara (AC) apakah sudah bekerja optimal atau belum. Bila perlu bawalah ke bengkel AC yang profesional untuk mendapat perawatan yang tepat, agar dapat bekerja sebagaimana mestinya
- Periksa pula sistem pendingin mesin (thermostat, engine belt, hoses, cooling fan dan coolant level) apakah bekerja baik dan wajar. Pada kondisi cuaca terik plus jalanan macet, sistem pendingin benar-benar bekerja keras. Jadi menjaga kondisi sistem tetap prima, merupakan kunci mobil berfungsi sebagaimana mestinya
- Periksa pula sistem fluida mobil seperti oli mesin, oli transmisi, dan oli power steering. Ganti sesuai jadwal
- Demikian pula tekanan angin ban, harus sesuai rekomendasi. Rotasi ban dan alignment harus dilakukan secara berkala. Hal itu akan memperpanjang usia pemakaian ban dan meningkatkan efisiensi bahan bakar
- Periksa pula sistem kelistrikan dan battery. Apakah masih bekerja dengan baik atau tidak. Bila sudah cukup lama, bisa dipertimbangkan menggantinya dengan yang baru.
Hujan & Cuaca Panas Sama-sama Bikin Orang Gampang Marah
(Foto: thinkstock)
Dr Tom Frijns, psikolog dari Ultrecht University mengatakan bahwa cuaca benar-benar bisa menentukan apakah seseorang akan merasa senang atau mudah tersinggung lalu marah-marah. Cuaca yang paling banyak berpengaruh adalah cuaca panas dan hujan.
Kesimpulan ini disampaikannya usai mengamati 500 remaja dengan berbagai latar belakang kepribadian. Berdasarkan hasil pengamatan, Dr Frijns mengelompokkan para partisipan menjadi 3 kategori yakni Summer Lovers, Summer Haters dan Rain Haters.
Penjelasan mengenai ketiga kategori tersebut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari MSNBC, Jumat (26/8/2011).
1. Summer Lovers
Kelompok yang ia sebut sebagai Summer Lovers atau pecinta cuaca panas cenderung mengalami perubahan emosi secara positif saat matahari bersinar cerah dan udara cenderung terasa panas. Remaja yang termasuk dalam kategori ini baru akan uring-uringan jika cuacanya dingin atau berawan.
Remaja yang masuk dalam kategori Summer Lovers perbandingannya relatif banyak, yakni sekitar 17 persen dari populasi di suatu komunitas.
2. Summer Haters
Berkebalikan dengan Summer Lovers, para remaja yagn masuk kategori Summer Haters atau pembenci cuaca panas akan sangat mudah tersinggung dan marah-marah saat udara terasa gerah. Saat angin berhembus membawa kesejukan, para remaja dalam kelompok ini baru akan merasa lebih bahagia.
Di dalam suatu komunitas, perbandingan kelompok Summer Haters umumnya paling tinggi yakni 27 persen.
3. Rain Haters
Hampir sama dengan Summer Lovers, para remaja yang termasuk Rain Haters atau pembenci hujan juga akan merasa senang jika matahari bersinar dan udara terasa hangat. Bedanya terletak pada lonjakan emosi negatif saat turun hujan, karena seorang Rain Haters akan benar-benar sulit mengontrol kemarahan.
Dibanding 2 kategori sebelumnya, Rain Haters jumlahnya tidak terlalu banyak yakni hanya 9 persen.
Sisanya sebanyak 47 persen remaja emosinya tidak terpenaruh oleh cuaca, dalam arti bisa senang maupun sedih dan marah-marah dalam cuaca apapun. Dr Frijns juga tidak memasukkan Rain Lovers sebagai kategori tersendiri, sebab jumlahnya tidak terlalu banyak.
Menariknya dalam penelitian ini Dr Frijns mengungkap bahwa kecenderungan ini diturunkan dari orangtua ke anaknya. Sebagai contoh, seorang ibu yang termasuk Summer Lovers akan lebih berpeluang untuk melahirkan anak yang juga masuk kategori Summer Lovers.
"Demikian juga dengan ibu-ibu yang termasuk Rain Haters, dalam penelitian ini tampak memiliki peluang 2 kali lebih besar untuk melahirkan anak yang juga masuk kategori Rain Haters," ungkap Dr Frijns.
(up/ir)
Senin, 24 Oktober 2011
VIVAnews - Sepuluh tahun terakhir ini merupakan dekade terpanas yang dialami Australia, sejak kondisi suhu udara mulai dicatat pada 1910.
Badan Meteorologi Australia mengatakan, kondisi ini merupakan bukti nyata adanya perubahan iklim.
Laporan tahunan badan meteorologi Australia menjelaskan bahwa suhu rata-rata dalam sepuluh tahun belakangan lebih tinggi 0,48 derajat Celcius di atas rata-rata. Ahli iklim, David Jones mengatakan, tiap dekade sejak tahun 1940-an lebih panas dibanding dekade sebelumnya.
Seperti dikutip dari laman ABC News, Selasa 5 Januari 2010, dia memperingatkan, tahun ini akan menjadi lebih panas dengan suhu kemungkinan akan naik 0,5 hingga 1 derajat Celcius di atas rata-rata. "Tidak ada keraguan akan pemanasan global, planet (Bumi) sekarang sangat panas dibanding abad lalu," kata Jones.
"Kita berada di tahap akhir peristiwa El Nino di Lautan Pasifik. Bagi temperatur Australia dan global, itu berarti tahun 2010 akan menjadi tahun panas lainnya, bahkan mungkin tahun terpanas yang pernah dicatat," tambah Jones.
Temperatur naik di selatan Australia sepanjang akhir Januari dan awal Februari tahun lalu, dan berpengaruh pada kebakaran hutan yang disebut sebagai peristiwa Black Saturday di Victoria.
Badan Meteorologi Australia mengatakan, kondisi ini merupakan bukti nyata adanya perubahan iklim.
Laporan tahunan badan meteorologi Australia menjelaskan bahwa suhu rata-rata dalam sepuluh tahun belakangan lebih tinggi 0,48 derajat Celcius di atas rata-rata. Ahli iklim, David Jones mengatakan, tiap dekade sejak tahun 1940-an lebih panas dibanding dekade sebelumnya.
Seperti dikutip dari laman ABC News, Selasa 5 Januari 2010, dia memperingatkan, tahun ini akan menjadi lebih panas dengan suhu kemungkinan akan naik 0,5 hingga 1 derajat Celcius di atas rata-rata. "Tidak ada keraguan akan pemanasan global, planet (Bumi) sekarang sangat panas dibanding abad lalu," kata Jones.
"Kita berada di tahap akhir peristiwa El Nino di Lautan Pasifik. Bagi temperatur Australia dan global, itu berarti tahun 2010 akan menjadi tahun panas lainnya, bahkan mungkin tahun terpanas yang pernah dicatat," tambah Jones.
Temperatur naik di selatan Australia sepanjang akhir Januari dan awal Februari tahun lalu, dan berpengaruh pada kebakaran hutan yang disebut sebagai peristiwa Black Saturday di Victoria.
Cuaca Panas Karena Matahari Bergeser
Jakarta (ANTARA News) - Cuaca panas yang terasa mulai Maret hingga memuncak pada Mei ini di sejumlah daerah di Indonesia disebabkan oleh bergesernya posisi matahari dari selatan ke utara, kata pakar astronomi.
"Pola pemanasan berubah. Wilayah paling panas ada di sekitar khatulistiwa, di Indonesia. Angin cenderung berputar di sekitar wiliayah Indonesia. Tidak ada efek pendinginan dari wilayah lain," kata pakar astronimi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.
Dampak dari kondisi itu lah yang menyebabkan meningkatnya suhu udah di sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini.
Menurut dia, saat pancaroba dari kemarau ke penghujan yakni pada September-Oktober pun akan menjadi bulan yang panas melebih saat kemarau, seperti juga saat pancaroba dari musim penghujan ke kemarau pada Maret-Mei.
Selain itu, kondisi regional juga harus diperhatikan yang kadang memberi efek penguatan, ujarnya.
Saat awal April 2010 ada efek gabungan El Nino di Pasifik, Dipole Mode di Lautan Hindia, dan siklus periodik MJO (Madden-Julian Oscillation) aktif yang bersifat menekan pembentukan awan di wilayah Indonesia, ujarnya.
"Efek gabungan itu cenderung mengurangi liputan awan di wilayah Indonesia. Akibatnya pada siang hari kita merasakan panas yang sangat terik," katanya.
Selain itu, ujarnya, ada juga dampak perubahan iklim lokal seperti perubahan tataguna lahan dan aktivitas manusia yang berdampak pada pemanasan kota misalnya pepohonan banyak ditebang berubah menjadi bangunan dan pelataran berlapis semen, maka permukaan bumi menyerap panas lebih efektif.
"Panas tersebut dipancar lagi ke atas sebagai gelombang panas inframerah. Sebagai fenomena sesaat, kita bisa merasakan perbedaan panas di wilayah yang masih banyak pohonnya dan wilayah yang tanpa atau sedikit pohonnya," katanya.
Ia menambahkan, bahwa pemanasan itu bukan hanya sesaat karena ada proses lanjutannya di mana panas itu tersimpan.
Sebenarnya pancaran gelombang panas itu bermanfaat menghangatkan bumi saat matahari sudah terbenam, tetapi karena bertambahnya gas karbondioksida (CO2) di udara perkotaan akibat kendaraan bermotor dan industri serta aktivitas manusia lainnya, maka lebih banyak panas yang ditahan.
"Karbondioksida memang bersifat menyerap inframerah yang berarti menahan panas. Akibatnya kota semakin panas," katanya.
Ia membantah berita yang dikirim secara berantai melalui pesan singkat mengenai matahari yang sedang pada titik terdekat dengan bumi sehingga meningkatkan suhu bumi sebesar empat derajat.
(T.D009/S026)
"Pola pemanasan berubah. Wilayah paling panas ada di sekitar khatulistiwa, di Indonesia. Angin cenderung berputar di sekitar wiliayah Indonesia. Tidak ada efek pendinginan dari wilayah lain," kata pakar astronimi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.
Dampak dari kondisi itu lah yang menyebabkan meningkatnya suhu udah di sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini.
Menurut dia, saat pancaroba dari kemarau ke penghujan yakni pada September-Oktober pun akan menjadi bulan yang panas melebih saat kemarau, seperti juga saat pancaroba dari musim penghujan ke kemarau pada Maret-Mei.
Selain itu, kondisi regional juga harus diperhatikan yang kadang memberi efek penguatan, ujarnya.
Saat awal April 2010 ada efek gabungan El Nino di Pasifik, Dipole Mode di Lautan Hindia, dan siklus periodik MJO (Madden-Julian Oscillation) aktif yang bersifat menekan pembentukan awan di wilayah Indonesia, ujarnya.
"Efek gabungan itu cenderung mengurangi liputan awan di wilayah Indonesia. Akibatnya pada siang hari kita merasakan panas yang sangat terik," katanya.
Selain itu, ujarnya, ada juga dampak perubahan iklim lokal seperti perubahan tataguna lahan dan aktivitas manusia yang berdampak pada pemanasan kota misalnya pepohonan banyak ditebang berubah menjadi bangunan dan pelataran berlapis semen, maka permukaan bumi menyerap panas lebih efektif.
"Panas tersebut dipancar lagi ke atas sebagai gelombang panas inframerah. Sebagai fenomena sesaat, kita bisa merasakan perbedaan panas di wilayah yang masih banyak pohonnya dan wilayah yang tanpa atau sedikit pohonnya," katanya.
Ia menambahkan, bahwa pemanasan itu bukan hanya sesaat karena ada proses lanjutannya di mana panas itu tersimpan.
Sebenarnya pancaran gelombang panas itu bermanfaat menghangatkan bumi saat matahari sudah terbenam, tetapi karena bertambahnya gas karbondioksida (CO2) di udara perkotaan akibat kendaraan bermotor dan industri serta aktivitas manusia lainnya, maka lebih banyak panas yang ditahan.
"Karbondioksida memang bersifat menyerap inframerah yang berarti menahan panas. Akibatnya kota semakin panas," katanya.
Ia membantah berita yang dikirim secara berantai melalui pesan singkat mengenai matahari yang sedang pada titik terdekat dengan bumi sehingga meningkatkan suhu bumi sebesar empat derajat.
(T.D009/S026)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2010Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Cuaca Panas Memang Favorit Wim
Solo - Cuaca panas dan teriknya sinar matahari mewarnai hampir sepanjang etape VI. Namun itu tak menghalangi Botman Wim untuk menang karena ia mahir di cuaca seperti ini.
Wim tampil sebagai yang tercepat di balapan yang mengambil jalur Solo-Pacitan sepanjang 123,2 KM, Sabtu (8/10/2011). Ia menorehkan waktu 2:59:37 detik.
Pembalap Global Cycling Team itu unggul 36 detik dari dua pembalap di belakangnya, Yeung Ying Hon dan Scholz Timo.
Ketika ditanya soal strategi pada balapan tadi yang cukup menguras tenaga karena panasnya cuaca, Wim mengaku itu bukan masalah.
"Aku menikmati balapan hari ini. Memang cuaca panas hari ini namun aku bagus di cuaca seperti ini," seru Wim.
"Aku memang tidak bagus di KOM (Trek Menanjak). Makanya aku menyimpan tenaga saja saat KOM tadi. Aku handal di sprinter, tapi tadi pembalap lain banyak yg bagus di KOM," sambungnya.
"Saya mengambil breakway sekitar 20 KM sebelum finis dan akhirnya bisa mempertahankan posisi hingga akhir."
Terakhir Wim pun turut mengungkapkan kesenanganya diundang ke STDI 2011 ini. Disebabkan musim balapan sepeda di Eropa sudah berakhir.
"Usai musim panas di Belanda, aku mempersiapkan latihan untuk TDI. Di sana musim dimulai Maret dan berakhir 2 minggu sebelum STDI dimulai. Jadi aku senang sekali diundang ke sini," tuntasnya.
( mrp / roz )
Wim tampil sebagai yang tercepat di balapan yang mengambil jalur Solo-Pacitan sepanjang 123,2 KM, Sabtu (8/10/2011). Ia menorehkan waktu 2:59:37 detik.
Pembalap Global Cycling Team itu unggul 36 detik dari dua pembalap di belakangnya, Yeung Ying Hon dan Scholz Timo.
Ketika ditanya soal strategi pada balapan tadi yang cukup menguras tenaga karena panasnya cuaca, Wim mengaku itu bukan masalah.
"Aku menikmati balapan hari ini. Memang cuaca panas hari ini namun aku bagus di cuaca seperti ini," seru Wim.
"Aku memang tidak bagus di KOM (Trek Menanjak). Makanya aku menyimpan tenaga saja saat KOM tadi. Aku handal di sprinter, tapi tadi pembalap lain banyak yg bagus di KOM," sambungnya.
"Saya mengambil breakway sekitar 20 KM sebelum finis dan akhirnya bisa mempertahankan posisi hingga akhir."
Terakhir Wim pun turut mengungkapkan kesenanganya diundang ke STDI 2011 ini. Disebabkan musim balapan sepeda di Eropa sudah berakhir.
"Usai musim panas di Belanda, aku mempersiapkan latihan untuk TDI. Di sana musim dimulai Maret dan berakhir 2 minggu sebelum STDI dimulai. Jadi aku senang sekali diundang ke sini," tuntasnya.
( mrp / roz )
Langganan:
Komentar (Atom)
